Rabu, 22 November 2017

Birthday Party Makeup - Beautiesquad Collaboration




Halo kali ini aku berkolaborasi lagi dengan Beautiesquad untuk membuat makeup look yang bertemakan birthday. Kolaborasi kali ini sekalian untuk merayakan ulang tahun pertama dari Beautiesquad. Yeeeyyyy....

Semoga kolaborasi semacam ini bisa terus berjalan ya. Terima kasih juga untuk Beautisquad yang telah menjadi tempat kumpul, ngobrol, dan juga belajar, khususnya bagi blogger amatiran yang jarang update blog seperti aku. Terimakasih pada para pengurus yang sudah sabar mengajari dan mengoreksi hasil tulisan kami.

Langsung aja ke look makeup yang aku buat ya. Karna temanya 'birthday'. Jadi kita harus bikin nuansa yang bersuka cita dong ya. Makeup yang digunakan juga harus nyenengin dong ya. 

Nah, jadi untuk makeup kali ini aku memutuskan untuk menggunakan warna-warna yang cukup mencolok dan ceria. Yaitu warna pink ke oranyean dengan perpaduan warna kuning. 

Aku sendiri suka banget dengan perpaduan warna ini. Sebab terlihat cheerfull namun masih pada sisi girly nya.



---DETAIL MAKEUP---


Di look ini aku sengaja untuk membuat kesan mata yang lebar. Dengan menggambar ilusi cutcrease diatas lipatan mata asli aku. Sedangkan eyelinernya, aku buat lebih tebal dan panjang dari biasanya. Bagian eyeliner ini sangat penting lho. Karna eyeliner berfungsi membinkai mata. Sehingga mata terlihat lebih terbuka.


Di bagian kelopak matanya, aku memberi bauran warna eyeshadow pink keoranyean di sudut luar mata. Warna eyeshadow ini cukup mencolok jika digunakan sendiri. Jadi aku membaurnya dengan warna pink muda agar transisinya lebih cantik.

Karna aku ingin menonjolkan bagian mata. Jadi untuk bagian bibirnya, aku tidak terlalu bermain warna. Aku cukup menggunakan warna lipstick nude, yang warnanya hampir senada dengan warna bibir aku. Dengan seperti ini maka akan lebih seimbang dan tidak terlalu berlebihan.

Blush on yang kuaplikasikan juga aku ulaskan halus sehingga tidak mencolok. Karna kembali lagi, aku ingin menonjolkan bagian mata.

Kemudian sebagai tambahan aku gunakan jilbab serupa warna eyeshadow aku. Ditambah anting berwarna kuning disisi kiri dan kanan.





---ALTERNATIF----

Karna menurutku perpaduan warna pink keoranyean (atau kalo aku google sih katanya nama warnanya 'strawberry') dengan warna kuning sangat menarik. Jadi sebagai alternatif, aku menambahkan  lagi sedikit aksen warna kuning dimakeup aku.  Sehingga warna kuning nggak hanya didapatkan dari anting aku saja, tapi juga ada di makeup aku.

Aku aplikasikan facepainting warna kuning yang secara acak dibagian sudut luar kedua mata aku. Lalu agar lebih seimbang, aku berikan sedikit warna kuning dibagian dalam bibir aku, dengan menggunakan teknik ombre.


Sekarang, makeupnya terlihat lebih menyenangkan ya. Namun masih tetap menunjukkan sisi cantiknya.

Jadi sudah siap pesta gak nih?.





---BEAUTISQUAD COLLABORATION---

Wow... birthday pertama Beautisquad ini emang bener-bener meriah dan rame lho. Liat aja berapa banyak yang kolab di look kali ini. Buuuuanyaaak.




Nah, untuk kalian yang lagi mencari inspirasi look birthday makeup lainnya. Bisa dilihat di postingan Yosa ya..... di look itu dia berhasil bikin makeup tanpa bulumata yang tetep keliatan kece lho.


http://yosairfiana.blogspot.co.id/2017/11/birthday-make-up-collab-with.html


Senin, 30 Oktober 2017

Zombie Makeup - Beautiesquad Collaboration




Halo..., jadi kali ini aku berkolaborasi dengan Beautiesquad untuk membuat makeup karakter dengan tema halloween.

Dan aku memutuskan untuk membuat makeup karakter zombie sambil makan kapsul. Aku milih karakter ini karna menurutku zombie itu karakter fantasi yang paling masuk akal untuk dicerna akal. Pasti udah gak asing kan dengan namanya Pil PCC dan Flakka yang kemarin gencar beritanya. Yak, kedua benda inilah yang membuat gempar karna siapapun yang mengkonsumsinya akan dibuat bertingkah selayaknya zombie. Jadi bisa dibilang, makeup karakter ini terinspirasi dari zombie dan zat berbahaya itu. Walaupun kapsul dimulut itu cuma bohongan aja ya. Bukan Pil PCC apalagi Flakka.

Ngobrolin soal zombie emang bikin ngeri. Aku sendiri percaya bahwa zombie itu sebenarnya bukan hanya makhluk fantasi. Tapi makhluk semacam mayat hidup ini, sangat mungkin ada disekitar kita. Buktinya, sudah bisa kita lihat sendiri dari efek zat berbahaya itu yang mengerikan. Belum lagi radiasi berbahaya yang semakin kejam. Menambah kemungkinan besar orang hidup seperti zombie karna jaringan tubuhnya menjadi rusak.

Jadi bisa disimpulkan bahwa sebenarnya kita ini punya potensi untuk menjadi mayat hidup semacam zombie.




-- Makeup --

Untuk dasar makeup kali ini, aku menggunakan foundation yang warnanya lebih pucat dari warna kulit aku. Aku juga menutup warna bibir dan rambut alis aku sehingga wajah aku terlihat pucat. Oh ya, aku tutup rambut alis aku yang sudah direkatkan dengan lem bulu mata, lalu ditutup fondation. Jadi alis aku benar-benar terlihat gundul. Ini fungsinya, karna aku pengen ngegambar alis yang seperti dilukis. Jadi ibaratnya kayak zombie yang sulam alis gitu.

Kemudian aku shading wajah aku dengan facepainting warna hitam dan juga eyeshadow warna coklat. Aku memberikan campuran warna hitam dan coklat ini agar bayangan yang aku buat terlihat lebih nyata. Baurkan untuk mempertegas bayangan hidung, tulang pipi, tulang rahang, bagian bawah bibir. Dan untuk menambah kesan pucat, baurkan disekitar daerah mata.

Aku juga menambahkan facepainting warna merah dan eyeshadow coklat di sudut garis mata bagian bawah. Untuk menambah kesan seram. Penting ya untuk membaurkannya, jadi efeknya tetap membaur tapi juga dramatis.

Untuk urat nadi yang terlihat membayang, aku gunakan campuran dari sedikit warna merah dan biru pada cat facepainting. Agar lebih menyatu dengan kulit, aku juga mecampurkan dengan sedikit eyeshadow coklat.

Terakhir, ulaskan cat painting warna merah di sekitar lubang hidung dan juga bagian dalam dan sudut bibir sehingga seperti bekas darah mengalir yang telah kering.


-- Produk Makeup --

- RANEE EYE PUTTI - untuk merekatkan rambut alis -
- LT PRO CREAM FONDATION PLUM ROSE - fondation -
  - LT PRO EYESHADOW EM 04 - eyeshadow coklat untuk shading -
- MEHRON WATER COLOR MAKEUP PALETTE - warna merah dan biru untuk menggambar urat nadi, warna hitam untuk campuran shading -
- VIVA BODY PAINTING RED - untuk membuat darah


----- Halloween - Beautiesquad Collaboration -----




Eh, tapi halloween itu gak selalu identik dengan hal yang serem-serem ya. Kamu juga bisa lho bikin makeup karakter halloween yang cute. Seperti makeup yang terinspirasi dari Minnie Mouse yang dibikin oleh Dilla ini.




Minggu, 08 Oktober 2017

Benarkah Penyebab frustasi itu Sederhana?.



“Masak cuma gara-gara putus cinta, mau coba bunuh diri. Dasar anak muda jaman sekarang!.”

“Cuma soal nilai jelek dipikirin sampek puasa makan. Halah… itu kan cuma angka. Gak usah heboh deh.”

“Gara-gara diomongin gitu aja, dia sampek bolos sekolah kemarin. Payah banget sih!.” 


Masak?. Cuma?, Aja?. Apakah penyebab frustasi itu memang sesederhana itu?
.
.
.
Aku heran, mengapa banyak orang menyepelekan penyebab frustasi. Apa mereka benar-benar tak pernah merasa kecewa?, atau hanya berpura melupa?. Apakah mereka mengganggap dirinya berperisai iman tebal?, hingga tak akan pernah merasa tertekan. Apa menurut mereka tiap ocehan yang mereka beri dapat membantu?. Apakah mereka tidak sadar, bahwa perkataan merekalah yang justru semakin menekan banyak jiwa. Merekalah penyebab frustasi itu terus berlanjut.

Mereka yang menghujat habis-habisan padahal hanya tau penggalan ceritanya. Padahal mereka tak tahu pasti, apa yang telah orang tersebut alami. Bagaimana lingkungannya, masa lalunya, latar belakangnya, proses bagaimana dia tumbuh. Bisa saja, ada kisah rumit yang sangat kompleks yang membuat dia menjadi merasa tertekan. Yang mungkin, dirinya sendiri juga tak pernah menyadari hal itu. Sebagai manusia yang punya akal dan hati. masih pantaskah kita menghujat seseorang yang sedang kecewa?. Bukankah itu hanya membuat mereka merasa semakin tertekan?.

Soal iman, mungkin iman penderita frustasi memang sedang tipis saat itu. Tapi menganggap iman orang yang tidak mengalami frustasi jauh lebih tebal, bukahlah sebuah kebenaran. Iman itu masalah Tuhan bukan?. Untuk apa manusia mengukur-ukurnya dengan persoalan frustasi atau tidaknya. Secerdas itukah kita dalam mengukur iman?. Apakah kita akan merasa hebat dengan mengukur iman seseorang?.

Frustasi adalah kejadian yang wajar terjadi. Bukan hal tabu yang harus dipendam sendiri. Tapi kebanyakan, penderita frustasi harus menyimpan hal itu sendiri. Karna tak ingin mendengar ocehan yang semakin menyakiti hati. Kata-kata menggurui, yang padahal pembicaranya tak mau mendengar alur kisahnya dengan seksama. Pernyataan menyalahkan, bahkan kasar. Dari pada mendengarnya, penderita frustasi merasa lebih baik menahan semuanya sendiri. Sambil menunggu, waktu yang akan menyembuhkan. Atau malah waktu semakin membusukan dan memperburuk segalanya.

Salahkan, mereka yang terus meyalahkan. Yang menyalahkan, dengan harapan penderita frustasi itu dapat mengetahui kesalahnya. Tapi ada hal yang sebenarnya tak mereka tahu. Penderita frustasi yang kini dianggap pesakitan itu, pastinya telah mengetahui celahnya. Jauh lebih tau, daripada mereka yang sok tau. Masih efisiensikah menyalahkan dengan nada kasar dan merendahkan?. Padahal dia yang mereka salahkan, sedang berusaha memaafkan salahnya. Dia sedang berusaha memperbaiki berantakannya. Dia sedang berusaha bangkit, mengesampingkan celahnya. Dia ingin dibantu, didengar, dikuatkan. Dia ingin direngkuh hangat. Bukan dihakimi seolah yang bersalah. Memang salah, tapi masihkah harapan itu ada?. Itu yang dia harapkan. Sebelum semuanya benar-benar dihancurkan.

Mari kita ingat lagi, bukankah frustasi itu dapat menyerang siapa saja. Kita semua punya potensi frustasi. Kita semua punya potensi dikecewakan hingga merasa tertekan. Meski dengan masalah berbeda, kadar berbeda, cara berbeda dan cerita yang berbeda. Tak dapat dipukul rata, karna jelas kita individu berbeda. Yang punya masalah berbeda, masa lalu berbeda, ketakutan berbeda, sudut pandang berbeda. 

Apa yang mereka lihat, berbeda dengan apa yang dia lihat. Apa yang mereka rasakan, berbeda dengan apa yang dia rasakan. Apa yang mereka alami, berbeda dengan apa yang dia alami. Sebagai manusia yang punya hati dan pikiran, bukankah lebih bijak kita mencoba untuk memahami perbedaan ini. Kita memang tak akan pernah bisa merasakan menjadi dirinya. Selamanya kita tak akan pernah memahami menjadi dirinya. Tapi bersikap diam tanpa sok menghakimi akan jauh lebih baik rasanya.

Mari kita pertajam sebuah poin penting dalam tulisan ini. Bahwa penyebab frustasi itu sebenarnya sama sekali tak sederhana. Tapi pemikiran kitalah yang sebenarnya terlalu sederhana. Mari bantu mereka yang sedang kecewa. Jangan malah menekan dan menyalahkan. Mereka hanya perlu didengarkan, bukan diomeli dengan kalimat menggurui. Karna yang lebih tau, hanyalah dia yang mengalami. Mari kita ingat kembali, frustasi itu dapat menyerang siapa saja. Mereka yang sudah merasakannya mungkin sudah lebih kebal imunnya. Kita yang belum benar-benar merasakannyalah yang saat ini beresiko tinggi.

Rengkuh mereka yang kecewa dan tertekan. Mereka bukan pelaku kriminal atau pasien sakit jiwa. Mereka hanya sedang berada diposisi sulit. Rengkuh sebelum mereka benar-benar menjadi pelaku kriminal dan pasien sakit jiwa.

Minggu, 24 September 2017

Review Softlens Adeline Grey




Halo cantik... hari ini aku mau review nih softlens yang sebenarnya udah lama aku beli. Yaitu softlens keluaran dari DreamCon. Soflens ini sendiri merupakan produksi dari Korea. Dream Color 1 Adeline. Kebetulan aku punya yang warna grey ya. Tapi sebenarnya Adeline ini punya 5 warna menarik. Gray, brown, violet, green, dan blue. Semuanya cantik-cantik ya warnanya.

Keterangan
Diameter : 14,5 mm
Water Content : 42%
Power : 6 bulan

Tapi untuk ketahanannya bisa lebih dari 6 bulan sampai 12 bulan ya. Tergantung cara penyimpanan kamu ya cantik....



 Design
Aku sendiri suka dengan design yang ditawarkan dari produk ini. Karna warnanya yang cukup mencolok, softlens ini jadi benar-benar bikin mata keliatan glam dengan instant. Tapi juga masih tetap natural dan menyatu dengan mata, terutama kalau tertimpa sinar matahari. Mata jadi terlihat berbinar-binar. Tanpa adanya ring di pinggiran luarnyalah yang membuat softlens ini jadi menyatu dengan cantik saat dipakai. Motif gradasi titik-titik dibagian tengahnya juga sangat menunjang, sehingga model softlens ini gak kelihatan kaku saat dipakai.


Ukuran
Ukuran softlens ini bisa dibilang pas. Sama sekali gak punya efek membesarkan bola mata. Tapi menurutku inisih cocok banget dengan design softlensnya yang memang seolah menonjolkan unsur glam


Kenyamanan
Soal kenyamanan pemakaian, menurut aku biasa banget. Aku masih gak bisa pake softlens ini lebih dari 4 jam. Lebih dari 4 jam itu udah kerasa banget perih dan gak nyaman dimata. Tapi soal kenyamanan ini kembali lagi ke tiap individu ya cantik.... Ada yang memang matanya lebih sensitif pada benda asing, ada juga yang matanya lebih tahan terhadap benda asing. Jadi gak bisa sepenuhnya dijadiin patokan.



KESIMPULAN
+ Warna terang dan menonjol
+ Natural dan menyatu dengan bola mata asli, terutama saat tertimpa sinar matahari
+ Ukuran pas
+ Gak aneh jika dipakai dengan makeup mata maupun tidak

- Kurang nyaman jangka pemakaiannya



Harga?: 115 ribu
Beli dimana?: Aku beli waktu itu di @beninglens (instagram)





Oke, sekalian dulu ulasan produk kali ini ya cantik.... Semoga dapat menambah wawasan kamu mengenai produk kecantikan. Dan dapat membuat kamu lebih bijak dalam berbelanja ya.


Minggu, 03 September 2017

Kita Ini Seniman Teater Sesungguhnya


Lahir dari keluarga harmonis. Membuat 'Aku' kecil menjadi  buta akan beberapa hal yang buruk. Semua yang diberikan pada 'Aku' kecil adalah segala hal yang baik. Dan hal buruknya, disembunyikan dengan rapat oleh mereka. Mereka tak mau 'Aku' kecil tercemari hal buruk. Mereka menjaganya agar 'Aku' kecil tetap bersih.

Namun, ada yang lupa untuk mereka ajarkan. Mereka lupa mengatakan bahwa dunia tak akan selamanya ramah. Dunianya bukan hanya rumah. Teman bermainnya bukan hanya Mario di Nintendo. Prestasi yang harus ia capai bukan lagi cuma menjadi rangking satu atau dua. Masalah tersulitnya bukan pada belajar sempoa. Ada banyak orang di dunia ini, bukan hanya keluarga, yang mengasihi. Tapi ada juga yang membenci, iri.

Hingga akhirnya seseorang melukai 'Aku' kecil. Tapi sikap bersihnya, membuat 'Aku' kecil hanya diam tanpa melakukan perlawanan. 'Aku' kecil tak bisa melawan, karna selama ini yang ia tau hanya sabar. Seperti tokoh utama dalam film 'Bidadari' di televisi. Yang hanya pasrah dan bersabar. Sampai peri cantik akan menolongnya.

Tidak, gadis kecil ini tak bisa mencontoh hal fiksi itu. Sebab dunianya akan semakin kejam, harus ada perlawanan. Merekapun akhirnya mengajarkan. Bagaimana semestinya bersikap saat dilukai. Cara melawan dengan lantang. Berkata "tidak!!!" tanpa segan. Berteriak membela diri. Bahkan memukul jika perlu. Mereka mengajarkan berulang-ulang.

Perlahan, 'Aku' kecil pun belajar, bagaimana bersikap menjadi keras. Ia menolak untuk ditekan. Ia tak ingin dikuasai siapapun. Air bening itu telah berhasil dibekukan. Menjadi sekeras batu sekarang. 'Aku' kecil tak dapat mengontrol hal tersebut. Gadis bertubuh kecil ini tak bisa diremehkan.

Sikap bekunya terus tumbuh hingga 'Aku' menjadi remaja. Bahkan kini menjadi semakin keras. Hatinyapun begitu. Membuat 'Aku' remaja tak mudah menaruh hati pada lelaki. Meskipun tak sulit baginya untuk bergaul bersama teman lelakinya. Keduanya biasa berbincang bersama, bercanda, bahkan bertengkar. Mungkin karna sikap kerasnya, membuat 'Aku' remaja merasa lebih nyaman bergaul dengan beberapa teman lelaki. Hidup dikelilingi hati yang lemah adalah ancaman baginya.

Keduanya tak jarang bertengkar, beradu argumen tentang hal sepele. Bahkan parahnya, keduanya sering menyakiti satu sama lain. Dunia seakan ikut berguncang saat keduanya bersama. Tak ada yang mau mengalah. Mereka berdua mengaku saling membenci, tapi tak mampu untuk berpisah. Seolah tiap kericuhannya adalah kebutuhan, agar keduanya bisa tetap bersama. 'Aku' remaja yang mengaku benci, kini terjatuh sangat dalam.

Bukan hanya sekali, dimasa setelahnya, 'Aku' remaja jatuh kembali pada kisah yang hampir serupa. Seolah Tuhan memperingatkan agar hati 'Aku' dilunakkan. Sudah terlalu lama 'Aku' membekukan diri. 

Teman-teman lelaki 'Aku' kompak mengatakan. Agar 'Aku' harus berubah. Mereka mengatakan, perkataanku terlalu pedas untuk dimakan. Tubuhku terlalu dingin untuk disentuh. Dan kadang, 'Aku' bisa menjadi sangat mendidih saat bersikap. 'Aku', menjadilah lebih kalem. Hadapi kehidupan dengan damai. 'Aku', harusnya tenanglah dalam bersikap. Jadilah perempuan yang menyenangkan.

Maka tak heran, 'Aku' masih saja terbiasa sendiri. Dan sangat sulit untuk mengubah kebiasan itu. 'Aku' yang berusaha dengan keras, mengurangi gengsi. Menjaga lisan, dan keinginan. 'Aku' yang belajar dari buku-buku psikologi, bagaimana menghadapi manusia. Tapi kesulitan mempraktikannya. 'Aku' yang belajar mengontrol marah, mengatur nafas, dan suara.  'Aku' yang belajar bagaimana cara menyampaikan rasa secara tersirat, dengan indah.

Tapi lihatlah, para teman lelaki yang mengharapkan gadis ini untuk berubah. Lihatlah, bagaimana kejamnya dunia ini. Bagaimana mungkin 'aku' melunakkan diriku saat dunia menjadi semakin keras. 'Aku' tak mau ikut hancur karna kerasnya dunia. 'Aku' ingin mengalahkan segalannya. 

Dan tidakkah kalian tau betapa sulitnya menjadikan diri ini menjadi sekeras sekarang. Kini, mengapa semuanya seolah berbalik. Saat diri ini lunak, dunia menginginkannya menjadi keras. Saat diri telah menjadi sangat keras, dunia menginginkannya melunak. Ini gila!!!!. Apa yang sebenarnya dunia inginkan?. Dunia seolah tak pernah mau mendukung. Membuat bingung manusianya. Kita harus bagaimana?. Apa permainan yang kau inginkan wahai dunia?.

'Aku', tenanglah. Atur emosimu sebagaimana semestinya. Coba ingat lagi perkataan orang jaman dulu. Syair yang dulu sering mereka dendangkan. Bukankah benar bahwa hidup ini hanyalah panggung sandiwara. Sedangkan kitalah para pemerannya. Inilah yang sebenarnya dunia inginkan. Kita berperan sebagaimana seharusnya.

Kadang dalam kisah romantisme percintaan. Kadang kisah lucu yang konyol. Kadang kisah bertengkar yang membakar jiwa. Kadang kisah perjuangan yang meletihkan. Bisa saja kita berperan dipihak putih. Bisa saja dipihak hitam. Atau mungkin abu. Memang tidak semua kisah menyenangkan, tapi tetaplah berusaha berperan sebaik mungkin.

Seperti di tulisan ini, kita sedang berperan menjadi bijak. Menjaga suara semanis mungkin. Berlaku selembut mungkin. Yang terpaksa menghormati, atas dasar kesopanan. Kita berpura, menjadi perempuan sejati. Yang hanya melantangkan suara diatas kedholiman. Meskipun tak banyak yang tau, kita bisa menjadi sangat liar. Tertawa begitu lepas pada hal yang sederhana. Berteriak begitu keras, hingga tanah meretak. Pernah juga rasa frustasi yang sangat kuat, hingga ingin bunuh diri. Kadang kita gila, hingga salah arah. Tak banyak yang harus tau.

Biarlah, biar semua hal baik Itu yang terlihat. Biar kisahnya menjadi hiburan, atau mungkin pengajaran. Hal buruknya, aku sendiri yang menyimpan. Tuhan juga yang bantu simpankan. Tak ingin diumbar, tak ingin dibagi. Ini penyakit dulu, yang pernah membuat ngilu. Tak mungkin aku membagi sakitnya. Kita akan bertopeng kebaikan. Padahal diri penuh noda.

Baiklah, mulai sekarang, kita akan bermain peran. Peran protagonis, antagonis, atau tritagonis. Kitalah yang punya  kuasa untuk memilihnya. Dunia hanya memfasilitasi, berupa panggung seluas bumi. Dengan skenario yang ditulis apik. Sadarkah, bahwa kita ini sebenarnya seniman teater. Yang melakukan pertunjukan berpanggung kehidupan. Kita harus siapkan seribu topengnya. Sebab kita akan bersandiwara tanpa bayaran. Sepanjang waktu, tanpa henti. Hingga Tuhan tetapkan waktu pensiun itu secara tiba-tiba. 

.
.
.

Iya, kita ini seniman teater. Yang akan bersandiwara, harus bersandiwara, dan terus bersandiwara. Tanpa henti.

Minggu, 27 Agustus 2017

Gadis Tangguh di Belakang Punggungmu




Apakah kamu tau, bahwa aku bangga atas tiap pencapaian mu. Aku bahagia, tiap mendengar laporan keberhasialmu. Tiap kemajuan yang kamu tunjukan atas mimpi mu. Meskipun begitu, tiap kesulitanmu, gelisahmu, ragumu, terpurukmu, juga merupakan hal yang menarik bagiku. Sebab saat itulah aku bisa punya alasan untuk memberikan uluran tangan yang lebih padamu. Jika boleh, aku bisa saja memberi semua yang kupunya untukmu. Memberimu adalah kebahagian tersendiri bagiku. Begitulah pola pikir aneh dari gadis yang mengagumimu ini.

Meskipun memberi dan membantu terlihat begitu sederhana untuk menciptakan bahagia. Namun, tak dapat dibohongi, bahwa ada keegoisan diri ini. Gadis yang mengagumi mu ini, ingin selalu diingat dibalik pencapaianmu. Dia ingin menjadi gadis penting di tiap langkahmu. Dia ingin menjadi salah satu alasan dari tiap pencapaianmu. Dia ingin menjadi solusi dari tiap terpurukmu. Sungguh, gadis yang mengagumimu ini nyatanya sangat egois.

Mungkin ada hal yang tidak kamu ketahui dari gadis yang memujamu ini. Gadis ini seringkali sibuk untuk mencari strategi agar selalu terlibat dalam tiap prosesmu. Gadis ini tak akan sanggup jika hanya berpasrah pada skenario alur cerita yang Tuhan tulis. Gadis yang memujamu, ingin selalu menjadi peran yang penting dari kisah berhasilmu. Karna itulah, gadis ini mencari cara, untuk membuat keadaan yang bisa memaksamu untuk membutuhkannya, mencarinya. Saat itulah ia merasa penting. Maka sebutlah, bahwa aku adalah gadis tangguh dibelakang punggungmu.

Ah, mungkin gadis ini memang terlalu banyak membaca penggalan kisah inspiratif wanita luar biasa dibalik kehebatan pria. Terlalu banyak menelannya, tanpa berfikir lebih luas lagi. Memang kisahnya selalu tampak indah. Karna hal terburuknya adalah aib yang tak akan diceritakan. Dalam pikirannya, terbayang para wanita tangguh yang diharapkan. Mimpinya adalah menjadi seperti mereka, bagimu. Gadismu ini ingin tumbuh menjadi wanita tangguh bersamamu. 
 
Bukan hanya menjadi suporter yang berteriak saat dirimu bertanding diatas panggung. Apalagi hanya menonton saat kamu sibuk menyiapkan segala bekal saat berlatih. Gadis yang memujamu ini ingin berbuat lebih dari itu. Bukan hanya sebagai pendoa dari berhasilmu, tapi ikut menanggung susah dari kerja kerasmu. Bukan hanya pendengar dari keluhmu, tapi juga pemberi jawaban dari masalah itu. Gadis yang memujamu ini ingin ikut memiliki suksesmu. Ingin ikut merasakan sakit kerjamu. Begitulah caranya mendapatkan peran penting dari kisah berhasilmu.

Tapi, coba kita lihat lagi. Pasti ada bagian penggalan kisah inspiratif yang belum terbaca dengan jelas kalimat nya. Benar, coba lihat, pahami, lebih dalam dan luas lagi. Tidak semua wanita tangguh dibalik kehebatan pria berbuat sesuatu. Adakalanya, wanita harus menunggu, membiarkan, berpasrah dan mempercayakan. Memaksa untuk berbuat sesuatu hanya akan membuat kita terlihat begitu egois. Padahal bukankah kita mempercayai kerja tim itu?.

Sesekali, menunggulah, jadilah penonton di ujung panggung, bersoraklah atas usahanya, dan lihatlah bagaimana pencapaian tak kalah indahnya saat kita hanya diam. Berpasrahlah, kini cobalah hanya berdoa, tanpa perlu memaksa keadaan. Rasakan rezki Tuhan yang terasa lebih indah, hingga kita hanya bisa mengucap syukur semampunya. Biarkanlah, percayakan, lelaki yang diharapkan ini menjalankan kodratnya sebagai pemimpin. Untuk apa dipengaruhi, aku mempercayai keputusan mu.

Hei gadis, kita sudah banyak dipengaruhi jaman. Kita yang tidak ingin terlihat hanya diam. Yang tidak mau untuk kalah, apalagi mengalah. Kita terlalu egois saat ini. Padahal hidup bukan ajang untuk mendominasi. Bukankah kita bersama punya mimpi?. Kita dan lelaki itu akan menjadi tim hebat yang kokoh berdiri diatas kehidupan yang semakin kejam. Dan bukankah tim yang hebat itu harusnya saling berbagi peran?, bukan hanya ingin menunjukkan keunggulan diri. Mungkin ini waktu yang tepat untuk kita kembali diam. Kembali menunggu, membiarkan, berpasrah, dan mempercayakan. Tidak, kita tidak akan menjadi lemah saat diam. Sebab saat itulah, kita sedang menjaga diri, untuk tidak egois dan mendominasi. Kita juga tak akan terlihat kolot dan terbelakang saat diam. Sebab disitulah kita sedang membiarkan sesuatu untuk tumbuh lebih hebat lagi. Bukankah kita akan terlihat begitu cerdas, pengertian, dan mampu menjaga diri, gadis?.

Saat ini, kita terlalu banyak berbicara apakah peran kita?. Hingga kita lupa untuk mendengar, bahwa lelaki perlu dipercayai untuk saling tumbuh. Jadi lelaki, memimpinlah seperti kodratmu, jadilah lelaki yang diharapkan. Setelah berhasilmu, kita akan bangun rumah kecil diatas janji yang kau ikrarkan atas jabat tanganmu pada keluargaku. Dan aku akan mematuhi sebagaimana kewajibanku atas agama. Hingga suatu hari kamu akan bergumam. Bahwa aku telah tumbuh menjadi wanita tangguh yang diimpikan itu.


Dari gadis yang memujamu, yang ingin tumbuh menjadi wanita tangguh bagimu.

Minggu, 16 Juli 2017

Cara Membuat Darah Palsu (Update)




Jadi sekitar 3 tahun yang lalu aku sudah pernah membuat tutorial dengan judul yang sama Cara Membuat Darah Palsu. Tulisan itu dibikin saat aku masih jaman piyek dan belum ngerti macem-macem. Jadi kalo mau dihina sih aku maklum aja. Dan herannya kok ya tulisan yang banyak cacatnya itu bisa-bisanya dibaca puluhan ribu orang. 
 
boleh dong ya riya. Padahal sih tulisan lainnya cuma ratusan bahkan ada juga puluhan. Makanya kalian sering mampir dong.
 
Dan akhirnya aku jadi kepikiran juga dengan tulisan itu. Rasanya malah jadi beban, takut malah menyesatkan banyak orang. Jadi di tulisan kali ini aku mau meng-update cara membuat darah palsu. Dengan gambar yang semoga lebih enak dipandang. Dengan kata-kata yang semoga lebih runtut dan mudah mudah dimengerti. Dan juga dengan resep lain yang lebih mudah dibuat.





Untuk bahan yang digunakan, sederhana sekali. Kalian cuma butuh tepung maizena, pewarna makanan merah, kopi hitam dan juga air.





Pertama, campurkan 260 ml air dengan 2 sendok makan penuh tepung maizena. Campurkan hingga kedua bahan larut.


 Kemudian masak larutan mainena dan air tersebut diatas api kecil


 Aduk sesekali. Aduk lebih sering lagi jika larutan sudah mendidih, sambil mengecek kekentalannya.


Jika dirasa kekentalan sudah cukup, matikan kompor.



Tambahkan sekitar 1 sendok teh pewana makana merah. Dan juga 3/4 sendok makan kopi hitam bubuk yang sudah diencerkan dengan air panas.





Nah begitulah resep update-an ini yang jauh lebih sederhana ya. Kalo kalian merasa kurang jelas, kalian juga bisa nonton video cara bikinnya dibawah.




GIMANA KALO GAK SENGAJA KETELEN?

Gak usah khawatir, darah palsu ini aman baik disengaja maupun tidak untuk ditelan. Kan dibuatnya dari bahan makanan. Tapi mungkin ada juga yang masih ngerasa eneg gitu kalo mau masukkin mulut, kayak aku. Kan liatnya aja kayak mbayangin makan darah. Jadi berasa jijik gitu.

Tapi tenang, aku punya tipsnya nih. Kalian boleh tambahkan gula bubuk sebagai perasa. Atau bisa juga ditambah perasa lainnya yang kalian suka. Misal essence vanila, jeruk, dsb. Rasa yang ada dalam darah palsu kalian ini bisa membuat kalian merasa lebih nyaman. Dan juga menyadarkan kalian kalo itu tuh sebenarnya cuma makanan. Bukan darah beneran



BAUNYA KAYAK APA?, APA AMIS?

Enggak, baunya gak amis sama sekali. Ingat ya, ini cuma darah bohongan yang dibuat dari bahan makanan. Kalo darah beneran sih pasti amis. Kalo ini malah bau kopi.


NINGGALIN NODA GAK YA?

Iya, karna pake pewarna makanan. Jadi ada stain yang nanti bakal tertinggal. Baik di kulit maupun di baju. Untuk kulit, gampang aja cara bersihinnya, tinggal cuci sekali pake sabun udah langsung bersih. Kalo dibaju kayaknya tergantung jenis kainnya. Ada kain yang dibilas air aja udah hilang. Tapi ada juga yang nempel. Kalo aku sih buat jaga-jaga pake baju warna gelap aja, beres.


KENAPA KOK PAKE KOPI HITAM?

Jadi fungsi kopi itu untuk membuat warnanya lebih gelap. Biar lebih mirip dengan darah asli. Bisa aja sih kalo kalian pake kopi susu, tapi nanti warnanya gak terlalu gelap. Atau bisa juga diganti dengan pewarna biru.


NANTI BAKAL KERING GAK ADONANNYA? 

Enggak, gak bakal kering kerontang kok. Tapi lama-lama nanti akan membeku, mengeras, dan jadi menggumpal gitu. Kalian bisa bandingkan foto darah yang baru dibuat di foto disini dan juga foto darah yang sudah cukup lama didiamkan disini. Bisa dilihat foto darah kedua yang menggumpal. Jadi lebih baik langsung digunakan ya.


BOLEH NIPU ORANG LAIN PAKE DARAH PALSU?

Boleh dong, emang tujuan dibuatnya darah palsu ini kan buat nipu orang. Tapi ingat, lalukanlah penipuan yang juga bermanfaat untuk orang lain. Misalnya, membuat darah palsu menyembuhkan teman kalian yang phobia dengan darah. Jangan malah dibikin pingsan ya. Untuk selebihnyasih terserah kalian bentuk penipuan yang seperti apa, tapi harap diingat silahkan pertanggung jawabkan dampak baik dan buruknya sendiri-sendiri ya.



Dibawah ini adalah contoh penggunaan darah palsu





Kamis, 01 Juni 2017

Benar dan Salah dalam Batasan Kepercayaan



Sebelumnya perkenalkan, aku adalah seorang anak yang lahir di sebuah kota kecil bermayoritas Muslim. Yang sangking terkenal kereligiannya, kotaku ini sering disebut sebagai kota santri. Dikotaku, adalah sebuah kemustahilan jika seorang anak yang lahir dari keluarga muslim tidak pernah belajar mengaji. Sejak kecil anak-anak disini sudah dititipkan ke TPQ. Tiap sore belajar mengaji. Malampun, kadang masih bermain-main di langgar.

Meskipun pada akhirnya, tidak semua anak tumbuh sealim yang diinginkan orang tuanya. Tapi setidaknya, setiap Jumat, masjid-masjid penuh oleh jamaah. Jalan trotoalpun dibuat ibadah. Karna masjid tak dapat menampung jamaah yang melimpah. Jalanan sepi setelah masuk waktu shalat. Tidak ada kendaraan yang berlalu lalang, kecuali jika sangat terpaksa. Kendaraan umum yang beroperasi, juga berkurang jumlahnya. Semuanya menghormati. Para laki-laki muslim pergi ke masjid. Anak-anak kecil berpecipun meramaikan, meski hanya senang begurau dengan teman saja. Sedang yang perempuan, tabu untuk keluar rumah. Yang tidak ke masjid pun haram untuk mengganggu.

Tiap bulan puasa. Warung juga jarang beroperasi. Kalaupun beroperasi, warung itu biasanya ditutup tirai hingga yang terlihat hanya bagian betis kebawah. Di sekolahan pun sama. Kantin cuma dibuka seperdelapan pintu. Yak, cuma ada sedikit celah yang dibuka. Bahkan kadang, ditutup total. Hanya minimarket yang masih bertahan. Dengan makanan dan minuman yang dibalut dengan kemasan dan merk.

Yang tidak puasa, baik yang non muslim, perempuan yang sedang berhalangan, dan juga yang lainnya. Kadang, juga ikut separuh berpuasa. Berpura-pura seperti orang puasa sejenak. Ikut juga menahan segala nafsu sejenak. Tabu, untuk makan dan minum di depan umum. Sebagai manusia dewasa, kami harus bersembunyi dulu untuk sekadar memasukan sesuatu ke dalam mulut. Mengunyah dan menelan dengan hati-hati. Atas dasar menghargai yang berpuasa.

Terlebih, 12 tahun orang tuaku menyekolahkanku di sekolah Islam.  Membuat penglihatanku sedikit buram akan perbedaan keyakinan. Sejak umur 3 tahun, aku sudah belajar menghafal hadits dan surat pendek. Hingga SD dan SMP. Aku baru merasakan rasanya sekolah negri setelah aku masuk SMA. Aroma kebebasan, dimana tidak akan ada guru yang memaksa pergi ke masjid saat makan siang belum sepenuhnya bersih. Tidak ada lagi yang menodong hafalan surat dan terjemahnya. Apalagi guru perempuan yang merogoh pantat siswi, untuk memastikan mereka benar-benar menstruasi.

Kebebasan, tapi sebenarnya tak sepenuhnya bebas. Bahkan kadang, beberapa hal terdengar konyol. Saat kelulusan hampir dekat salah satunya. Saat itu kami berdoa, dengan botol air minum terbuka di depan muka. Katanya, keberkahan akan mengalir saat kami teguk airnya. Itu terdengar menggelikan ditelingaku. Bukankah Tuhan juga bisa memberikan keberkahan tanpa perantara. Bahkan beberapa hal seolah Ia jatuhkan dari langit begitu saja. Tapi dibalik itu semua, aku belajar, meskipun kami menyembah tuhan yang sama, tapi cara pandang kami dalam beribadah kepada-Nya bisa saja berbeda. Dan itu menyenangkan.

Setelah itu aku memutuskan kuliah di luar kota. Di kota besar yang mendapatkan prestasi sebagai salah satu kota terpadat di negeri ini. Sudut pandang baru yang luar biasa aku dapat. Hal yang bahkan tidak pernah aku harapkan. Menjadi hadiah paket pembelajaran paling istimewa dari Tuhan.

Kebetulan, aku kuliah di tempat yang sangat multikultural. Bukan hanya anak Jawa seperti yang biasa kulihat. Aku belajar dan tinggal dengan orang dari berbagai daerah. Dari yang ada di ujung Sumatra hingga sulawesi. Dari sinilah, aku belajar banyak dari perbedaan. Perbedaan bahasa, logat, budaya, agama hingga kepercayaan.

Lingkungan tempat tinggalku juga berbeda. Jika dirumah, aku sudah tidak asing dengan bacaan pujian menjelang adzan. Sekarang, hal itu menjadi langka ditelinga. Terlebih, karna letak asramaku cukup jauh dari masjid. Sehingga telinga kami sedikit kesulitan menangkap suara adzan yang keluar. Atau mungkin, corong masjid yang kurang besar untuk menjangkau jarak.

Sekarang, bisa dibilang aku tinggal di lingkungan ‘Katolik’. Sangat berbeda jauh dengan lingkungan rumahku yang sudah kisaran 10 tahun kutinggali. Yang mana belakang rumahku ada masjid dan madrasah. Lapangan belakang rumahku juga seringkali digunakan untuk acara keagamaan islam. Tapi sekarang, kebalikannya. Tidak ada masjid, tapi gereja besar dan di sampingnya kompleks sekolahan katolik. Beberapa langkah dari situ, ada klinik dan apotik katolik. Tiap minggu pagi dan sabtu malam, aku jadi terbiasa dengan jalan yang tiba-tiba penuh, jadi tempat parkir dadakan. Mobil-mobil berjajar di ruas jalan. Hingga depan asrama penuh jadi parkiran.

Pemandangan yang sama seperti saat kami umat muslim beribadah. Tapi sekarang, aku bukan lagi melihat ‘kami’. Tapi ‘mereka’, yang beribadah. Apalagi kalau kebetulan aku harus pergi ke minimarket untuk membeli beberapa barang. Melewati gereja yang juga kebetulan diadakan ibadah. Berjalan diantara lalu lalang orang yang melangkahkan kaki dengan damai. Mencari keberkahan dari tuhan yang mereka yakini. Aku menerka, mungkin, gereja yang luas itu sekarang sudah penuh dengan jamaah.

Dengan kerudung yang masih di kepala. Sejenak, aku merasakan rasanya jadi kaum minoritas.

Setelah merasakan bulan puasa di lingkungan baru. Aku juga merasakan keganjilan yang membuat heran. Yang kadang, membuatku lupa, bahwa ini Ramadhan. Tapi tak jauh beda dari hari biasanya. Orang terlihat lebih bebas makan dan minum ditengah bulan puasa. Sadar melakukannya, tanpa merasa terpaksa. Tanpa perlu berpura-pura. Apalagi merasa dihakimi, padahal mereka dewasa yang harusnya mengerti. Warung dibuka tanpa perlu ‘dikrukupi’. Warung telanjang, mempertontonkan makanan menggoda. Sedang beberapa orang terlihat santai mengunyah sesuatu dalam mulutnya.

Dan ajaibnya, aku justru merasakan perasaan yang lebih dari Ramadhan sebelumnya. Dengan membiarkan orang lain yang tidak berpuasa melakukan kegiatannya tanpa terbebani. Dengan membiarkan waktu siang dengan warung disekeliling. Ada perasaan seolah jiwa menjadi lebih kuat. Lebih kuat dalam menahan, dan juga menghargai.

Aku jadi mengerti, ada kalanya, kami juga harus menghargai mereka yang tidak puasa. Bukan hanya selalu meminta untuk dihargai, sebelah pihak.

Setiap hari jumat, yang tak kalah mengherankan. Di bulan pertama setelah perpindahan. Aku berkhayal, kota yang sering macet ini mendadak sedikit lenggang saat Jumat siang. Bukankah itu terlihat luar biasa. Menikmati kelenggangan kota sibuk ini sejenak. Jalanan lebar yang akhirnya terasa lebarnya. Jalanan yang lebih tenang dari derum motor. Namun ternyata, itu hanya khayalanku saja. Realitanya, ibadah Jumat tak benar-benar bisa membuat kota ini sepi. Jalanan masih sama ramainya. Angkutan umum beroperasi seperti biasa. Manusia berlalu lalang tanpa rasa bersalah. Mitos keburukan perempuan yang diluar rumah saat jumat siang terpatahkan. Hal yang sedikit membuatku tersentak. Benar, ternyata jumlah penduduk yang melimpah ini tak bisa tiba-tiba menyusut hanya karna ibadah jumat.

Lagi-lagi….
Bukankah orang yang ingin mencari nafkah juga harus dihargai. Bukankah orang yang ingin beraktivitas juga perlu dihargai.

Kadang kita terlalu meninggi, merasa yang paling benar, merasa yang paling dekat dengan Tuhan. Selalu ingin dihargai. Tapi lupa menghargai. Bukankah ibadah itu banyak jenisnya. Bukankah setiap manusia berhak untuk memiliki caranya sendiri dalam melakukan kebaikan, hasil dari pemikiran otak kanannya.

Memang sulit dimengerti. Sebab mungkin, kita terlalu lama dalam kotak yang sama. Terhalang dinding yang tak terlihat, untuk memandang lebih jauh. Tapi sebenarnya, dunia lebih luas dari pemikiran kita. Dunia punya warna yang beragam. Membuat dunia terlihat lebih indah, dalam harmonisasinya.

Bukankah benar dan salah itu hanya sebatas kepercayaan yang kita yakini.